
Papua – Kasat Samapta Polres Nduga Iptu Motalip Litiloly berhasil meraih Hoegeng Awards 2026 pada kategori Polisi Tapal Batas dan Pedalaman, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdiannya dalam membangun kedekatan dengan masyarakat di wilayah pedalaman Papua.
Penghargaan tersebut diterima pada malam puncak Hoegeng Awards 2026 yang digelar di The Tribrata Darmawangsa, Jakarta Selatan, Jumat (31/07/2026).
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., Chairman CT Corp Chairul Tanjung, serta sejumlah pejabat negara dan tokoh nasional.
Penghargaan kategori Polisi Tapal Batas dan Pedalaman diumumkan oleh anggota Dewan Pakar Hoegeng Awards, Dr. Mas Achmad Santosa, S.H., LL.M., sementara trofi penghargaan diserahkan oleh Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin.
Keberhasilan Iptu Motalip Litiloly tidak terlepas dari dedikasinya selama bertugas di Kabupaten Nduga. Dengan pendekatan humanis, ia berhasil membangun kepercayaan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas keamanan di wilayah yang memiliki tantangan geografis dan sosial yang kompleks.
Perjalanan pengabdiannya di Nduga dimulai pada tahun 2012 saat dipercaya membantu pengamanan pasca konflik yang terjadi setelah meninggalnya anggota DPRD Nduga. Melalui komunikasi yang baik, pendekatan persuasif, serta kedekatan dengan tokoh masyarakat dan warga setempat, situasi yang sempat memanas berhasil diredam hingga kembali kondusif.
Dalam menjalankan tugasnya, Iptu Motalip juga memahami bahwa sebagian masyarakat Nduga memiliki trauma terhadap aparat berseragam. Berangkat dari kondisi tersebut, ia memilih lebih mengedepankan pendekatan kemanusiaan dengan berbaur menggunakan pakaian sipil dalam aktivitas sehari-hari dan hanya mengenakan seragam saat melaksanakan tugas kepolisian yang membutuhkan kehadiran resmi.
Pendekatan tersebut perlahan membangun kepercayaan masyarakat. Kehadiran Iptu Motalip diterima dengan baik bahkan mendapat sapaan akrab “Pak Salib” dari masyarakat Nduga sebagai simbol sosok pelindung yang selalu hadir memberikan rasa aman.
Dedikasi yang ditunjukkannya juga mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Saat dirinya sempat dimutasi ke wilayah lain, warga Nduga bahkan dua kali menyampaikan aspirasi agar ia tetap bertugas di daerah tersebut. Kepercayaan itu menjadi bukti nyata bahwa pendekatan humanis mampu mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diraih Iptu Motalip Litiloly. Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan pengakuan atas dedikasi, ketulusan, dan semangat pengabdian anggota Polri yang bertugas di wilayah pedalaman Papua.
“Penghargaan Hoegeng Awards 2026 yang diterima Iptu Motalip Litiloly menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Polda Papua. Ini membuktikan bahwa pendekatan humanis, ketulusan dalam melayani masyarakat, serta pengabdian tanpa mengenal batas mampu membangun kepercayaan dan menghadirkan rasa aman di tengah masyarakat,” ujar Kabid Humas.
Ia menambahkan, keberhasilan tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh personel Polda Papua untuk terus mengedepankan profesionalisme, integritas, dan nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap pelaksanaan tugas.
Hoegeng Awards merupakan ajang penghargaan yang diberikan kepada anggota Polri yang menunjukkan keteladanan, integritas, inovasi, dan dedikasi luar biasa dalam menjalankan tugas. Proses seleksi dilakukan secara ketat oleh Dewan Pakar yang berasal dari berbagai unsur masyarakat.
Penghargaan yang diterima Iptu Motalip Litiloly menjadi kebanggaan bagi Polda Papua sekaligus membuktikan bahwa kehadiran Polri di Tanah Papua tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga membangun kepercayaan, mempererat hubungan dengan masyarakat, serta menghadirkan rasa aman melalui pendekatan yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.(rd)


Tidak ada komentar