Patroli Dialogis Polsek Kimaam, Bhabinkamtibmas Edukasi Warga Cegah Karhutla

Ismaya Rosita
13 Sep 2026 09:13
Daerah 0 3
3 menit membaca

Papua – Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat terus dilakukan jajaran Polsek Kimaam melalui pendekatan langsung kepada warga. Ps. Kanit Binmas Polsek Kimaam, Aiptu Bawa Santosa, selaku Bhabinkamtibmas Kampung Kimaam, melaksanakan patroli dialogis dan sambang Door to Door System (DDS) dengan mengunjungi rumah warga binaannya di Kampung Mambum, Distrik Kimaam, Kabupaten Merauke, Minggu (12/09).

Kegiatan yang berlangsung selepas ibadah Minggu tersebut dimanfaatkan Bhabinkamtibmas untuk berdialog secara santai bersama warga. Aiptu Bawa Santosa menyambangi kediaman Yohanis Kada dan Leonardus di Kampung Mambum RT 02/RW 01.

Dalam suasana kekeluargaan, Bhabinkamtibmas bersama warga melakukan kandu-kandu atau ngobrol santai sambil menikmati kopi dan broncong sagu. Komunikasi yang berlangsung sederhana tersebut menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi, khususnya mengenai kondisi keamanan dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Distrik Kimaam.

Dalam dialog tersebut, salah seorang warga, Yohanis Kada, menyampaikan adanya kebiasaan sebagian oknum yang diduga sengaja membakar lahan yang telah mengering. Menurutnya, setelah lahan terbakar, dalam waktu sekitar dua minggu biasanya akan tumbuh rumput baru yang kemudian menjadi tempat berkumpulnya sejumlah satwa dan dimanfaatkan sebagian masyarakat sebagai lokasi berburu.

Menanggapi hal tersebut, Bhabinkamtibmas Aiptu Bawa memberikan pemahaman kepada warga mengenai dampak yang dapat ditimbulkan dari pembakaran hutan dan lahan, baik terhadap lingkungan maupun kehidupan masyarakat.

“Jangan hanya pikir baiknya, tapi pikir juga dampaknya,” ujar Aiptu Bawa Santosa.

Ia menjelaskan, kebakaran hutan dan lahan tidak hanya menghanguskan vegetasi, tetapi juga dapat merusak ekosistem serta habitat berbagai jenis satwa. Sarang burung maupun satwa yang dilindungi juga berpotensi ikut terbakar apabila api tidak segera dikendalikan.

Selain berdampak terhadap lingkungan, asap Karhutla juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat, khususnya sistem pernapasan. Dalam kondisi tertentu, asap yang terbawa angin juga dapat mengurangi jarak pandang dan berpotensi mengganggu aktivitas penerbangan di wilayah Kimaam.

Karena itu, Bhabinkamtibmas mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan, baik secara sengaja maupun akibat kelalaian. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas pembakaran yang berpotensi menimbulkan kebakaran agar dapat segera ditangani.

Selain mengedukasi warga tentang Karhutla, Aiptu Bawa Santosa juga mengajak masyarakat untuk mencari mata pencaharian dengan cara yang tidak merusak lingkungan maupun merugikan orang lain.

“Mari kita saling bergandengan tangan, saling menghormati dan bekerja sama dalam menjaga keamanan serta ketertiban kampung. Hindari minuman keras dan kegiatan negatif lainnya,” imbaunya.

Bhabinkamtibmas juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas agar tetap aman, nyaman dan damai serta mendukung berbagai program pembangunan pemerintah demi kemajuan wilayah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan patroli dialogis dan sambang DDS tersebut merupakan bagian dari upaya Polsek Kimaam membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui kehadiran langsung di tengah warga, Polri berupaya mendengar aspirasi, memberikan edukasi, sekaligus mengajak masyarakat bersama-sama menjaga keamanan dan kelestarian lingkungan di wilayah Distrik Kimaam.(rd)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x